Budidaya Ikan Nila Perkuat Program Ketahanan Pangan Desa Wisata Kranggan
25 Juni 2026
Pemberdayaan
Desa Kranggan — Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, Desa Kranggan mengembangkan budidaya ikan nila di kawasan dekat wisata Jembatan Garuda Perintis. Budidaya dilakukan menggunakan sistem bioflok yang membantu menjaga kualitas pemeliharaan ikan, sehingga menghasilkan produk yang lebih baik dari segi kualitas maupun kestabilan bobot panen.
Program ini telah memasuki masa panen pertama, dengan hasil yang disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat sekitar. Ikan nila dipasarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp25.000 per kilogram untuk warga sekitar hingga Rp26.000 per kilogram untuk pasar eceran di luar desa. Ketersediaan sumber protein hewani yang mudah diakses ini menjadi salah satu langkah nyata desa dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui program ini, Desa Kranggan berharap dapat memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal, sehingga kebutuhan pangan bergizi masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar desa.
Ke depan, budidaya ikan nila akan terus dikembangkan hingga mencapai panen-panen berikutnya, agar hasil produksinya semakin optimal dan mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi ketahanan pangan Desa Kranggan.